Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno

Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno
Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno

Saat ini, industri pengeboran dan pengolahan minyak bumi dan gas alam sering dianggap sebagai industri modern yang memerlukan berbagai peralatan super canggih untuk dapat mengangkat minyak bumi dari dalam tanah untuk diolah menjadi berbagai produk olahan.

Selama ini, Edwin Drake, insiyur dan pengusaha asal Amerika Serikat dianggap sebagai penemu teknik pengeboran minyak modern di Pennsylvania, Amerika Serikat. Tetapi, did you know, guys?, ternyata minyak bumi sudah di bor dengan teknologi yang canggih sejak jaman dahulu, tepatnya pada era Dinasti Han, Tiongkok kuno.

Berawal dari Pengeboran Garam

Hal ini mungkin terdengar sangat tidak masuk akal. Banyak yang menganggap bahwa garam adalah barang murah yang mudah didapatkan di mana-mana, mulai dari warung kelontong hingga ke supermarket. Di masa lalu, garam merupakan benda berharga dan tidak mudah didapat. Garam dianggap sangat berharga karena memiliki berbagai manfaat seperti untuk menambah rasa makanan, mengawetkan bahan pangan, hingga meracik berbagai macam obat. Saking berharganya garam, tentara Romawi di masa lalu menerima pembayaran dalam bentuk garam. Dari sini lah istilah gaji dalam bahasa Inggris (sallary) berasal.

Orang-orang yang tinggal di pesisir pantai dapat memperoleh garam hanya dengan memanaskan air laut hingga menguap. Akan tetapi, masyarakat yang tinggal jauh dari pantai, tidak dapat melakukan hal tersebut. Untuk mendapatkan garam, akhirnya masyarakat Sichuan, Tiongkok pada 2.250 tahun yang lalu mengebor perut bumi. Mereka membangun sebuah sumur, yang digali dengan cangkul tradisional untuk mendapatkan sumber garam bawah tanah. Sumber garam bawah tanah biasanya terdapat pada air tanah. Setelah air didapatkan, masyarakat Tiongkok kuno ini menguapkan air untuk mendapatkan garam.

2000 tahun kemudian, teknik pengeboran sumur untuk mencari sumber garam di bawah tanah sudah tidak lagi menggunakan cangkul sederhana. Mereka membangun berbegai peralatan pengeboran dari bambu dan besi. Sebuah rig dari bambu digerakkan oleh satu sampai tiga orang dengan menggunakan tuas yang terbuat dari kayu. Tarikan tuas kayu tersebut akan menggerakkan batang pengebor untuk masuk ke dalam tanah, serta mengangkat batang pengebor keluar. 

Teknologi Pengeboran yang Terus Berkembang

Mereka menyadari bahwa batang pengebor yang mereka miliki tidak dapat memproduksi air garam dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan karena batang pengebor tidak sanggup menembus lapisan tanah dan batuan keras. 

Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno
Drill Bit untuk Pengeboran

Mereka akhirnya menambahkan mata bor dari besi di ujung batang pengebor. Mata bor ini dikenal dengan nama drill bit. Drill bit yang dibuat memiliki ujung yang beragam, yang disesuaikan dengan kondisi tanah tempat garam akan dibor. Misalnya, tanah yang berupa batuan keras, akan menggunakan drill bit berbentuk ekor ikan. Sementara itu, drill bit  berbentuk koin silver digunakan untuk pengeboran cepat pada tanah yang tidak keras. Dengan menggunakan drill bit, masyarakat Tiongkok dapat mengebor garam pada berbagai kondisi tanah.

Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno
Derrick cable dari bambu

Inovasi teknologi pengeboran lainnya terjadi pada tahun 1050. Masyarakat Tiongkok kuno di Sichuan menemukan bambu ringan yang digunakan sebagai kabel untuk menarik batang pengebor ke bawah dengan lebih mudah. Penggunaan lumpur untuk pengeboran juga dilakukan. Mereka menginjeksi lumpur ke dalam lubang sumur yang telah dibuat, untuk mengangkat garam ke permukaan. Berkat dua penemuan besar ini, mereka dapat mengebor garam hingga kedalaman 300 meter. 

Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Produksi Garam

Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno
Kapal-kapal pengangkut garam dan minyak bumi

Ketika masyarakat Tiongkok kuno mengebor garam hingga kedalaman tertentu, mereka juga mendapatkan minyak bumi sebagai produk samping. Awalnya, minyak bumi dianggap sebagai produk sisa yang tidak berguna. Proses penguapan air untuk mendapat garam pada awalnya dilakukan dengan cara menjemur air garam dan diuapkan dengan kayu bakar. Akan tetapi, karena ketersedian kayu yang semakin menipis, masyarakat Tiongkok kuno akhirnya menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk memproduksi garam. Untuk mempermudah produksi garam di tempat-tempat lain, minyak bumi disalurkan ke gudang-gudang garam menggunakan pipa minyak yang terbuat dari bambu.

Minyak bumi yang tadinya dianggap tidak berharga, menjadi benda multiguna, yang digunakan untuk membuat tinta, lampu minyak, pelumas, bahan baku senjata api, hingga obat-obatan. Mereka juga mengangkut dan menjual garam serta minyak bumi yang mereka tambang, dan menjadikan kota Sichuan maju.

Minyak Bumi Mendapatkan Popularitas

Pada tahun 1090, seorang Ilmuwan dari Dinasti Song bernama Shen Kua, memberikan nama resmi untuk minyak bumi yaitu, Shi-yo (石油) yang berarti minyak yang keluar dari batu. Ia juga menuliskan buku yang dikenal dengan judul "Dream Pool Essays", yang memprediksi pemanfaatan minyak bumi secara luas sebagai sumber energi di masa depan. 

Referensi:

Belum ada Komentar untuk "Pengeboran Minyak Bumi a la Tiongkok Kuno"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel