Century of Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok

Century Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok


Century of Humiliation atau abad yang memalukan terjadi pada abad 19 hingga pertengahan abad 20. Peristiwa ini juga yang mengakhiri kekaisaran Tiongkok, dilanjutkan oleh Republik Tiongkok, Invasi Jepang, Perang Saudara dan munculnya Republik Rakyat Tiongkok.


Kekuasaan Dinasti Qing di Tiongkok


Pada abad 17 Tiongkok dikuasai oleh dinasti Qing yang berasal dari Manchuria setelah mengalahkan dinasti Ming. Kaisar pertama dinasti Qing adalah kaisar Nurhaci Pada abad ini, dinasti Ming dilanda pemberontakan, Kaisar Ming bunuh diri dan pemberontak berkuasa lalu salah satu jendral Ming melawan pemberontak dengan bantuan pasukan Manchu dan pada 1644 akhirnya orang Manchu klan. Aisin Goro berkuasa atas seluruh Tiongkok. 

Berkuasanya dinasti Qing di Tiongkok dianggap sebagai bentuk penjajahan oleh bangsa asing di mata orang-orang etnis Han, yang merupakan etnis mayoritas di Tiongkok. Orang Han dipaksa memotong rambutnya seperti bentuk rambut orang Manchu. Himbauan memotong rambut ini bertujuan untuk membentuk loyalitas kepada Qing dan yang mana bagi orang Han hal itu melanggar prinsip Konfusian untuk tidak memotong rambut karena rambut merupakan warisan leluhur yang mulia.

Century Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok


Dinasti Qing sendiri bisa berkuasa di Tiongkok tidak lain juga berkat bantuan asing yaitu sebuah perusahaan multinasional pertama yang melantai di bursa saham, mengandalkan per dagangan rempah rempah dan kapal nya besar besar, perusahaan terkaya di dunia yang bernama  VOC. Selama Qing berkuasa di abad 17 hingga awal abad 20, dunia barat berubah menjadi kekuatan dunia. Bangsa barat berlomba-lomba mencari kekuasaan dan memperebutkan komoditas di Asia, Afrika dan Amerika. Selain itu terjadinya revolusi industri serta kemajuan IPTEK di Barat membuat Tiongkok tertinggal jauh. Korupsi juga menggerogoti pemerintahan dinasti Qing.

Century of Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok


Century of Hummiliation di Tiongkok bermula pada abad 19. Pada abad 19, perdagangan antara Tiongkok dengan barat seperti Inggris sering dilakukan. Inggris mengimpor teh dari Tiongkok. Tetapi, ternyata orang orang Tiongkok suka sekali menghisap opium. Opium ini dibawa oleh pedagang Inggris. Para pejabat korup disogok agar candu lolos masuk Tiongkok. Pejabat Tiongkok jujur utusan kaisar bernama Lin Zexu, ditugaskan untuk menekan peredaran candu. Di Guangzhou, ia memerintahkan pemusnahan opium serta menutup dan menyita gudang opium milik Inggris. Inggris berang melihat hal tersebut, akhirnya dipilih intervensi militer melawan Tiongkok akibat dimusnahkan candu ini. Pada tahun 1840 Inggris menyerang Tiongkok. Kemajuan teknologi Inggris berupa kapal uap dan meriam yang baru membuat Tiongkok dengan mudah dikalahkan

Century Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok
Nemesis, kapal uap yang mengungguli kapal junk Tiongkok

Karena kekalahan Tiongkok, akhirnya Inggris bisa mendapatkan konsesi dan wilayah baru yaitu Hong Kong. Terjadi insiden lagi di Tiongkok, pada 1856 kapal penyelundup Arrow ditangkap Inggris yang akhirnya Inggris menyerang Tiongkok kemudian meletus Perang Candu kedua. Inggris menang lagi dan kembali mendapatkan wilayah Semenanjung Kowloon memperluas area Hong Kong.

Pada akhir abad 19, Tiongkok mulai memodernisasi negaranya akibat kekalahan yang terjadi pada perang Opium. Banyak pelajar Tiongkok dikirim ke barat begitu juga perwira Tiongkok dikirim belajar misal ke Inggris untuk memodernisasi AL Tiongkok 

Pada 1890an, muncul kekuatan baru bernama Jepang. Terjadi perebutan wilayah Korea yang akhirnya meletus perang Sino-Jepang yang berakhir dengan kekalahan Tiongkok. Sebenarnya AL Tiongkok sudah di-modernisasi hanya saja komandonya tidak jelas, terpecah pecah dan banyaknya korupsi di birokrasinya membuat angkatan perang menjadi Angkatan perang tidak efisien yang mengakibatkan mereka mengalami kekalahan dalam perang ini. Akibat dari perang ini Jepang menjadi penguasa Asia. Selain itu juga, Tiongkok kalah dalam menghadapi Prancis dalam merebutkan pengaruh di Tonkin (Vietnam)

Kegagalan ini terjadi akibat gagalnya Gerakan Penguatan Diri (洋务运动) akibat Ibu Suri Cixi cenderung menentang pembaruan. Hal inilah yang dianggap salah satu penyebab kemunduran parah Tiongkok. Selain itu juga di awal abad 20 muncul Pemberontakan Boxer pemberontakan anti-barat, dan anti-asing di Tiongkok. Mereka ini Kaum Boxer merupakan sekumpulan petani di Tiongkok utara yang benci asing dan juga penebaran agama Kristiani oleh misionaris asal Eropa yang mendapatkan dukungan dari Ibu Suri Cixi. Pemberontakan mereka menyasar konsulat asing namun usaha mereka gagal. Akhirnya Tiongkok terpaksa menandatangani perjanjian yang merugikan mereka. Perjanjian yaitu ganti rugi sebesar 450 juta tael serta eksekusi terhadap mereka yang dianggap terlibat dalam pembantaian Pemberontakan ini membuat citra Qing buruk.

Ketika Ibu Suri Cixi sekarat, maka dia digantikan oleh Puyi seorang kaisar yang naik tahta usia 2 tahun. Dia merupakan kaisar Qing terakhir yang akhirnya terguling  setelah revolusi Tiongkok 1911.
Tiongkok memasuki era Republik. Namun era republik tidak serta merta membuat Tiongkok menjadi kondusif. Tiongkok terjebak kesemrawutan revolusi. Terjadi Era Warlordisme yang mana jendral-jendral Tiongkok di wilayah yang berbeda saling serang. Pemerintahan Tiongkok terpecah antara kaum nasionalis pimpinan Sun Yat Sen dilanjutkan oleh Chiang Kai Shek dan Beiyang yang beribu kota di Beijing pimpinan Yuan Shikai (mantan Jendral Qing). Akhirnya pemerintahan Beiyang runtuh dalam Ekspedisi Utara pimpinan Chaing Kai Shek.

Akan tetapi, pemerintahan Chiang Kai Shek tetap bermasalah. Muncul konflik dengan pihak Komunis pimpinan Mao Ze Dong. Saat Tiongkok dirundung perang sipil, Jepang memasuki Tiongkok pada 1937. Untuk sementara pihak Guncandang (komunis/PKC) berdamai dengan Kuominntang (KMT) dalam sebuah Front Persatuan Kedua  dimana KMT dan PKC bersama melawan invasi Jepang dan negara boneka bentukan Jepang. 

Tetapi setelah Jepang diusir dari Tiongkok karena kalah Perang Dunia II, perang sipil berlanjut hingga akhirnya KMT kalah pada 1949 dan melarikan diri ke Taiwan dan PKC berkuasa di daratan utama Tiongkok dari 1949 hingga sekarang

Referensi :

Belum ada Komentar untuk "Century of Humiliation (Abad yang Memalukan): Sebuah Potret Sejarah Kelam Tiongkok"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel