Biola Stradivarius yang Presitisius

Biola Stradivarius yang Presitisius


Stradivarius merupakan biola yang dibuat oleh keluarga Stradivari dari Italia pada abad ke-17. Biola Stradivarius dikenal karena memiliki kualitas suara yang tinggi dan dapat bertahan lama tanpa harus disetem. Hal ini menyebabkan biola Stradivarius menjadi biola termahal di dunia yang sangat prestisius.

Antonio Stradivari, Sang Pencipta Biola Stradivarius

Biola Stradivarius yang Presitisius


Biola Stradivarius diciptakan oleh Antonio Stradivari, seorang luthier atau ahli membuat dan memperbaiki alat musik berdawai dari Cremona, Italia. Banyak orang yang mempercayai bahwa kemampuan Antonio Stradivari membuat biola terasah karena ia sempat belajar dari Nicolas Amati yang merupakan cucu dari pembuat biola bernama Andrea Amati.

Pada tahun 1666, Antonio Stradivari mulai membuat model biolanya sendiri. Awalnya karya Stradivari itu mengikuti model biola ciptaan gurunya, Andrea Amati. Biola pertama yang dibuatna memiliki ukuran kecil dan dilapisi dengan lapisan vernis kuning yang tebal. 

Sejak tahun 1684, Stardivari melakukan modifikasi pada bentuk biolanya. Modelnya barunya itu menggunakan bentuk yang lebih besar, yang memiliki vernis berwarna gelap. Stadivari mulai bereksperimen dengan alat musiknya itu, keluar dari kaidah utama pembuatan biola secara tradisional yang saat itu sudah memiliki aturan bakunya. Biola Stradivarius sendiri dibuat pada tahun 1666 hingga 1725. Biola dan alat musik lain ciptaan Stradivari diberi label Salib Maltese dan ukiran inisial “A.S.”. Sementara itu, pada tahun-tahun berikutnya label ditambahkan dengan inisial anak-anaknya, untuk membedakan ciptaannya dengan buatan orang lain serta untuk menjaga keasliannya.

Selama hidupnya, Stradivari hanya membuat sekitar 1.000 biola dan instrumen dawai lainnya. Selain biola, Stradivari membuat alat musik selo, kecapi, mandolin, dan gitar. Karya biolanya yang paling terkenal adalah 1715 Lipinski dan 1716 Mesias. Kedua biola ini tidak dijual hingga ia meninggal dunia. 

Keistimewaan biola Stradivarius terletak pada suaranya yang sangat khas. Para ilmuan sempat mencoba mengungkapkan rahasia yang membuat suara Stradivarius sangat spesial sehingga diidamkan oleh banyak musisi. Berbagai disiplin ilmu seperti teknik mikro struktural mencoba memecahkan misteri suara Stradivarius. Pada Juli 2003, sebuah penelitian dari ahli pembaca lingkaran tahun pohon dan ahli cuaca mencoba mengungkapkan misteri kekuatan suara Stradivarius. Menurut para ahli, pda periode tersebut, pohon-pohon tumbuh lambat, memiliki cincin tahun sempit dan kayu yang padat dibandingkan kayu pinus sejenis di zaman yang berbeda. Hasilnya, kayu biola Stradivarius yang terbuat dari pohon tersebut lebih kokoh dan mampu menghasilkan resonansi nada yang indah.

Tetap Prestisius Hingga Kini


Hingga saat ini, sebagian besar karya Antonio Stradivari banyak yang tidak diketahui keberadaannya. Berdasarkan catatan theviolinsite.com, hanya 204 orang yang tercatat sebagai pemilik resmi Stradivarius Namun, dari 204 yang terdaftar resmi, ada beberapa statusnya yang masih hilang, termasuk dicuri.

Kepemilikan Stradivarius umumnya dipegang oleh pribadi seperti musisi hingga kolektor barang antik, termasuk keluarga dari Antonio Stradivari. Selain kepemilikan secara pribadi, Stradivarius juga dimiliki oleh beberapa lembaga seperti Royal Academy of Music di London, Canada Council for the Arts, Romania Culture Ministry, Patrimonio Nacional Palacio Real de Madrid, dan lainnya. Negara seperti Israel dan Bulgaria memiliki langsung salah satu seri biola Stradivarius.

Tidak sembarang orang bisa memiliki biola ini. Biola-biola karya Antonio Stradivari memang dikenal sebagai biola termahal. Harganya memang tidak sama rata. Namun, karya Stradivarius yang dibuat pada periode pembuatan tahun keemasan yaitu 1700 hingga 1720 dianggap memiliki harga paling tinggi. Rekor-rekor harga Stradivarius terus tercipta.

Pada 1998, pemain biola Rusia Maxim Vengerov membeli sebuah biola dengan julukan Kreutzer Stradivarius buatan 1727 dengan harga USD 1,6 juta atau sekitar Rp21 miliar. Vengerov telah memiliki empat biola langka ini. Pada 1990, Red Mendelssohn Stradivarius buatan 1720 laku terjual seharga USD 1,7 juta atau sekitar Rp22,5 miliar. Pembelinya adalah kakek dari pemain biola Elizabeth Pitcairn, sebagai hadiah ulang tahun sang cucu. Biola Lady Tennant Stradivarius buatan 1699 laku terjual USD 2,032 juta atau sekitar Rp27 miliar dalam sebuah lelang di Balai Christie.

Kemudian pada April 2007, biola Soloman ex-Lambert Stradivarius buatan 1729 terjual USD 2,7 juta atau sekitar Rp35 miliar. Pada 16 Mei 2006 dalam sebuah lelang di Balai Christie, biola Stradivarius dengan nama julukan “The Hammer” buatan 1707 terjual hingga USD 3,544 juta atau sekitar Rp47 miliar.

Pada 2010, rekor harga biola Stradivarius kembali pecah, seorang pemain biola bernama Anne Akiko Meyers membeli biola dengan julukan The Molitor Stradivarius buatan 1697. Ia harus menebus dengan harga USD 3,6 juta atau sekitar Rp48 miliar. Sosok Napoleon Bonaparte disebut-sebut pernah memiliki biola ini. Pada 2011, biola “The Lady Blunt” Stradivarius buatan 1721 terjual 9,8 juta poundsterling atau sekitar Rp198 miliar. Rekor harga Stradivarius ini tercapai dalam rangka pengumpulan dana untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Jepang pada waktu itu.

Biola Stradivarius adalah legenda. Keberadaannya pun semakin langka. Maka tak perlu heran jika harganya semakin melangit. Beberapa orang rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi mengoleksi karya mahal dari Stradivari.


Referensi:
https://m.cnnindonesia.com/hiburan/20170401141811-241-204251/stradivarius-mahakarya-dalam-sebentuk-biola/
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/08/150806_majalah_budaya_biola
http://hersheyviolins.net/wp/2010/07/30/antonius-stradivarius-and-scott-w-hershey-meet/
https://en.wikipedia.org/wiki/Stradivarius

Belum ada Komentar untuk "Biola Stradivarius yang Presitisius"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel