Fatimah Al Fihri, Perempuan Pendiri Universitas Tertua di Dunia


Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa pendiri universitas tertua di dunia, yakni Universitas Qairouan yang terletak di kota Fez, Maroko, Afrika Utara dibangun atas prakarsa seorang perempuan Muslim bernama Fatimah Al Fihri.

Fatimah Al Fihri lahir dari keluarga Fihri pada tahun 800 M di Qairouan, Tunisia. Pada masa pemerintahan Raja Idris II, awal abad ke-9, Fatimah dan keluarganya hijrah dari Qairouan (Tunisia) ke kota Fez di Maroko. Pada tahun tersebut, Tunisia sedang dilanda pemberontakan kepada penguasa Qairouan (Tunisia), yaitu Aghlabid. Pemberontakan terhadap Aghlabid gagal hingga menyisakan peristiwa pengusiran sekitar 2000 keluarga dari Qairouan.

Fez kala itu terkenal sebagai kota metropolitan dengan penduduk Muslim non-Arab dan penduduk agama lainnya. Fez adalah kota yang sangat maju. Aktivitas ekonomi di kota Fez pada saat itu berkembang sangat pesat.

Fatimah al-Fihri memutuskan mewakafkan sebagian besar harta warisannya yang ia terima dari almar hum ayahnya, Muhammad al- Fihri, untuk mendirikan Masjid al-Qairouan. Sebuah masjid yang nantinya menjadi cikal bakal universitas pertama di Maroko dan dunia Islam.

Di kota ini, mereka sukses berdagang dan menjadi salah satu pebisnis ternama. Agama merupakan ruh utama di keluarga besar Fihri. Meski terkenal kaya raya, mereka tidak antisosial. Seringkali menggelar kegiatan amal dengan melibatkan para dhuafa.

Sepeninggal ayahnya, keduanya menginginkan supaya harta warisan orang tuanya bisa bermanfaat  bagi banyak orang dan pahalanya tetap mengalir. Fatimah akhirnya berinisiatif membangun Masjid al-Qairouan, sedangkan Maryam membangun Masjid al-Andalus. Nantinya, kedua lokasi tersebut mempunyai posisi dan peran penting dalam penyebaran Islam di Maroko dan Eropa saat itu.

Maryam membangun masjid al-Andalusi pada tahun 859 M, sedangkan Fatimah membangun masjid al-Qairouan, yang kemudian menjadi sebuah universitas. Universitas al-Qairouan selesai dibangun pada tahun 859 M di kota Fez, Maroko.

Terkait lokasi masjid, Fatimah menyadari sepenuhnya arti kota Fez, Maroko. Letaknya yang sangat strategis memungkinkan para sarjana dan cendekiawan Muslim datang di masjid itu. Fes merupakan kota berpengaruh sepanjang abad dan berposisi sebagai pusat agama dan budaya.

Di bawah komando Fatimah, proses pembangunan masjid yang berdiri pada masa pemerintahan Dinasti Idrisiyah tersebut penuh dengan kisah-kisah spiritual. Sejarawan mengatakan bahwa, Fatimah berpuasa selama pembangunan berlangsung. Adapun seluruh dana pembangunan masjid tersebut berasal dari tabungan pribadi Fatimah.

Selain itu, ia tidak mau mengambil material apa pun yang diambil dari tanah orang lain. Pasir dan air sebagai material utara diperoleh di lokasi tempat masjid berdiri tegak. Seperti yang dituliskan, Fatimah memerintahkan para pekera agar menggali sedalam-dalamnya untuk mendapatkan pasir sehingga tidak mengambil hak orang lain.

Sejak itulah, al-Qairouan mengundang ketertarikan para cendekiawan Muslim. Kajian ilmu sering berlangsung di sana. Penuntut ilmu pun berdatangan dari penjuru Maroko, negara-negara Arab, bahkan penjuru dunia. Dalam waktu yang singkat, Fez mampu bersanding sejajar dengan pusat ilmu pada masa itu, yaitu Cordova dan Baghdad.

Secara resmi pada masa al-Murabithi para ulama diberikan tugas formal untuk mengajar di al-Qairouan. Data sejarah menyebut sistem pendidikan formal berlangsung di Masjid al-Qarawiyyin pada masa al-Murini. Ketika itu, dibangun banyak unit kelas lengkap dengan fasilitas pengajaran, seperti kursi dan beberapa lemari.

Universitas al-Qairouan pada masa kini

Pada perkembangannya, universitas Al-Qairouan juga membuka program studi selain agama Islam sebagai bagian dari pendidikan yang lebih luas, termasuk matematika, astronomi, astrologi, fisika, puisi, dan sastra. Inovasi ini merupakan hal yang penting bagi Qairouan untuk menjadi lebih dari sekedar sekolah keagamaan. Hal itu juga yang merupakan titik balik dalam sejarah Universitas Qairouan—dan untuk masa depan pendidikan tinggi di seluruh dunia.

Pada perkembangan lebih lanjut, pendidikan di Qairouan tidak lagi mewajibkan pelajaran agama, dalam artian non-muslim bisa berkuliah di universitas tersebut. Sejak itu, selain orang Muslim, orang Yahudi dan Kristen dari berbagai daerah datang menuntut ilmu di Universitas tersebut.

Pengaruh dari berdirinya Universitas al-Qairouan adalah pesatnya perkembangan kajian ilmu agama dan umum di dunia, juga termasuk sebagai perlintasan antara peradaban ilmu di Timur Tengah dan Eropa. Di kemudian hari, pada abad ke-10 dibangun Universitas al-Azhar di Kairo oleh Bani Fathimiyyah, Universitas tersebut menjadi Universitas tertua kedua di dunia dan bermazhab sunni. Lalu, pada abad ke-11 berdirilah Universitas Bologna di Italia. Disusul pada abad ke-12 dengan berdirinya Universitas Paris di Prancis dan Universitas Oxford di Inggris. 

Universitas ini menghasilkan para pemikir ternama. Ada pakar matematika Abu al-Abbas az-Zawawi, pakar bahasa Arab dan seorang dokter Ibnu Bajah, serta pemuka dari Mazhab Maliki, Abu Madhab al-Fasi. Sleain itu, ada juga sosiolog Ibnu Khaldun, Ibnu Maimun sang filsuf Yahudi yang di kenal di barat dengan nama Maimonides, al-Fasi, al-Idrisi, Ibnu al-Khatib, al-Bitruji seorang astronom Arab, Dosen sufi di Universitas al-Qarawiyyin, Ibnu Hirzihim dan seorang penulis bernama al-Wazzan atau dikenal dengan Joannes Leo Africanus. Selain itu, ilmuwan matematika yang menggagas teori sempoa di Eropa dan sistem angka desimal menggunakan angka Arab, yaitu Paus Sylvester II juga merupakan alumnus universitas tersebut.

Hingga kini, kejayaan perempuan yang wafat pada 266 H/ 880 M itu tetap abadi, sekokoh masjid sekaligus universitas (al-Qairouan) yang dibangunnya.


Referensi:
https://www.whyislam.org/muslim-heritage/fatima-al-fihri-founder-of-worlds-very-first-university/
http://www.manchesteruniversitypress.co.uk/articles/fatima-al-fihri-founder-worlds-first-university/
http://www.suaramuhammadiyah.id/2016/05/01/fatimah-al-fihri-pendiri-universitas-pertama/
https://islami.co/fatimah-al-fihri-muslimah-pendiri-universitas-pertama-di-dunia/

Belum ada Komentar untuk "Fatimah Al Fihri, Perempuan Pendiri Universitas Tertua di Dunia"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel