Kisah Nyata Beauty and The Beast yang tak Seindah Dongeng

Beauty and The Beast Versi Film
The Beauty and the Beast merupakan kisah dongeng yang ditulis oleh novelis asal Prancis bernama Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve pada tahun 1740. Kisah dalam novelnya tersebut sebenarnya merupakan kisah nyata. Kisah nyata tersebut adalah kisah seorang pria yang bernama Pedro Gonzales (Petrus Gonsalvus) yang lahir di Pulau Canary, Spanyol pada tahun 1537. Ia menderita kelainan fisik yang disebut hypertrichosis atau dikenal dengan sebutan werewolf syndrome, yang menyebabkannya memiliki bulu tubuh yang berlebihan.
Di masa itu, perkembangan sains belum semaju saat ini. Karena kecacatan fisiknya tersebut, ia kemudian dibuang dan dihadiahkan kepada Raja Henry II, sebagai hadiah pada acara pelantikannya sebagai raja Prancis.
Henry II of France
Ia kemudian dikurung di tahanan Istana karena dianggap sebagai siluman alias separuh binatang separuh manusia. Suatu hari, dokter kerajaan datang dan memeriksanya. Ketika diperiksa, Pedro tidak menunjukkan tanda-tanda kebuasan dan hal-hal lain yang membahayakan manusia. Pada akhirnya, dokter tersebut berkesimpulan bahwa Pedro Gonzales adalah manusia.
Setelah itu, Pedro lalu menerima pendidikan dan pembelajaran di Istana sebagaimana manusia normal. Meskipun ia cacat secara fisik, ia mampu mengusai bahasa lain dan keahlian-keahlian lainnya sebagaimana manusia normal, sehingga ia dapat hidup dengan cukup nyaman.
Catherine de Medici, Istri Henry II
Tetapi, semua itu berubah sejak raja Henry II meninggal pada tahun 1559. Catherine de Medici, istri Raja Henry II yang berasal dari Firenze, Italia lalu naik tahta menggantikannya. Catherine yang penasaran ingin melakukan sebuah eksperimen "gila" terhadap Pedro Gonzales, yang dianggapnya separuh binatang.
Pedro Gonzales dan Catherine
Catherine de Medici akhirnya memutuskan agar Pedro dinikahkan dengan seorang perempuan. Selanjutnya, dipilihlah perempuan cantik bernama Catherine yang berasal dari sebuah desa di Prancis. Catherine awalnya tidak mengetahui bagaimana rupa calon pasangannya tersebut.

Setelah lama bertemu, Catherine akhirnya jatuh cinta dan menikahi Pedro Gonzales, hal ini tentu mengagetkan sang Ratu. Setelah memiliki dua anak, kedua anak mereka lahir dengan sehat dan normal. Hal ini tentu mengecewakan sang Ratu yang ingin melihat "anak siluman" tersebut.
Keinginan Ratu Catherine de Medici akhirnya terwujud setelah pasangan tersebut melahirkan anak ketiga hingga kelima. Keturunan mereka selanjutnya menderita hypertrichosis sehingga memiliki penampilan fisik seperti ayahnya.
Keluarga mereka akhirnya dikirim untuk berkeliling Eropa sebagai hiburan bagi keluarga aristokrat. Mereka akhirnya menetap di Spanyol di bawah perlindungan Duke of Parma, yang mengalokasikan tanah dan rumah untuk mereka tinggali.
Berbeda dengan ending kisah versi Disney yang berakhir bahagia setelah Beast terlepas dari kutukan dan berubah menjadi pangeran tampan. Akhir kisah mereka cukup tragis, karena semua anak-anak mereka diambil dan diberikan sebagai hadiah khusus untuk keluarga bangsawan Eropa lainnya, karena dianggap bukan manusia.
Referensi:

Belum ada Komentar untuk "Kisah Nyata Beauty and The Beast yang tak Seindah Dongeng"

Posting Komentar

PopCash

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel