Seteguk Kesegaran Es Teler

Es teler merupakan minuman dingin yang populer di Indonesia. Es teler ditemukan di Jakarta oleh seorang perantau asal Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pada tahun 1957, minuman ini muncul karena di temukan oleh Hj. Samijem Darmo Putro yang merupakan ibu dari Tukiman Darmowijono, warga desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah. Hj. Samijem kala itu mencampurkan susu dan buah nangka ke dalam es buah biasa.
Pada tahun 1967, Tukiman Darmowiyono dan Samijem Darmowiyono merantau ke Jakarta. Merek berniat untuk mengadu nasib di Ibu Kota.
Untuk menyambung hidup, saat itu Tukiman berjualan rokok di sebuah gerobak. Sementara Samijem istrinya bekerja sebagai pedagang jamu. Untuk menambah penghasilan, Tukiman juga berjualan bakso dan siomay.
Setelah beberapa tahun berjualan, Samijem akhirnya membuat es campur kemudian digelar di samping gerobak rokok sang suami yang berlokasi di Jalan Semarang, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mimpi tersebut dianggap menyarankan mereka untuk berjualan sesuatu yang segar jika ingin sukses.

Dinamai Es Teler

Pada tahun 1984, harga pergelas es campurnya sangat murah, yakni hanya Rp250 saja. Seiring dengan berjalannya waktu. es campurnya kian digandrungi. Akhirnya es buatannya diberi nama "Es Teler". Nama itu diambil dari ungkapan seorang pelanggan yang mengatakan bahwa “es nya bikin teler“, saking enaknya. Dari ungkapan tersebut es teler dirasa cocok sebagai nama minuman lezat ini.
Sejak itulah, nama es teler makin terkenal di Jakarta. Samijem, lalu menamai dagangannya sebagai Es Teler Sari Mulia. Awalnya mereka berjualan di Jalan Semarang, Jakarta Pusat, tetapi karena banyaknya pembeli warga sekitar menjadi merasa terganggu.

Semakin Ramai

Saking ramainya jumlah pembeli saat itu, Samijem sampai tak sempat mencuci gelas kotornya. Lokasinya yang sempit mengharuskan para pembeli menikmati es teler racikannya hanya di mobil mereka yang berjajar di pinggir jalan.
Menanggapi hal tersebut, ketua RT setempat memberikan lokasi yang lebih besar. Oleh karena itu, akhirnya Samijem dan Tukiman dapat berjualan dengan lebih leluasa. Perlahan harga es telernya pun mulai menanjak. Dari Rp 250 menjadi Rp500, Rp750 dan saat ini dijual seharga Rp22 ribu per gelasnya.
Setelah es telernya makin diserbu pelanggan, mereka kemudian berjualan di kompleks Bioskop Megaria, Jakarta Pusat (Sekarang Bernama Metropole XXI). Di food court tersebut itu, Es Teler Sari Mulia dijual satu tempat dengan ayam bakar solo yang juga miliknya.
Es teler buatan mereka terdiri dari kelapa muda, alpukat dan nangka kemudian ditambah sirup serta susu. Es teler racikannya khas dengan  jumlah buah memuaskan. Kerokan kelapa mudanya misalnya, memenuhi gelas yang berukuran besar. Disaat yang bersamaan, alpukat segarnya juga cukup banyak memenuhi dasar gelas. Campuran buah ini juga ditambah dengan olesan susu kental manis.
Saat ini telah memiliki 7 cabang yang telah dibangunnya. Tak tanggung-tanggung pelanggannya pun banyak dari kalangan artis dan politisi terkenal, seperti Rieke Dyah Pitaloka, Jarwo Kuat, Puan Maharani, Faisal Basri, bahkan sejumlah kerabat serta Keluarga Cendana.
Referensi:

Belum ada Komentar untuk "Seteguk Kesegaran Es Teler"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel