Mengapa Racun Dianggap Berwarna Hijau?


Pada banyak film dan buku-buku, racun seringkali digambarkan dengan warna hijau. Ternyata, alasan racun dianggap berwarna hijau memiliki sejarah yang panjang. Kejadian ini berawal dari penemuan pewarna bewarna hijau pada akhir abad ke-18, saat puncak Revolusi Industri. Orang-orang yang bosan dengan warna-warna kelabu ingin mempunyai warna cerah. Akhinya, seorang ilmuwan Swedia Carl Wilhelm Scheele menyiapkan senyawa hijau terang dengan mencampurkan natrium arsenit dengan tembaga sulfat dan menamakannya hijau Scheele (green Scheele).
Pewarna Hijau pada Gaun Madame du Pompadour
Selain Scheele's Green ada juga pewarna hijau lain bernama Paris Green yang terbuat dari tembaga asetat dan arsenik trioksida. Pewarna tersebut banyak digunakan untuk: gaun, furnitur, cat lukisan, dan cat tembok.
Ternyata pewarna hijau tersebut mengandung Arsenik, yang merupakan zat yang sangat beracun. Di masa itu, Arsenik juga kerap digunakan untuk pemutih kulit, mengobati kanker, hingga meracuni lawan politik. Kandungan arsenik pada zat warna hijau ini menyebabkan banyaknya kematian tikus dan kucing di Paris setelah pewarna Green Scheele ini dibuang ke selokan. Selain kematian hewan, zat pewarna hijau ini juga menyebabkan banyak wanita yang pingsan ketika mengenakan gaun berwarna hijau dalam waktu yang lama, anak-anak yang pingsan setelah berada di kamar bercat/ber wallpaper hijau, dan orang yang sesak nafas setelah menghirup asap dari lilin berwarna hijau.
Zat warna hijau ini jugalah yang dituding menyebabkan kebutaan pada pelukis terkenal Monet hingga kematian Kaisar Napoleon Bonaparte. Akhirnya, karena dampak besar dari racun pewarna hijau ini, warna hijau dijadikan sebagai simbol racun (poison).
Referensi:

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Racun Dianggap Berwarna Hijau?"

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel