Jalan Layang Sosrobahu, Inovasi Indonesia dalam Bidang Konstruksi



Jalan Layang yang Dibangun dengan Teknik Sosrobahu

Teknik konstruksi metode Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang sering digunakan untuk membangun bahu lengan beton jalan layang. Penggunaan teknik konstruksi ini membuat proses pembangunan jalan tidak mengganggu arus lalu lintas. Pada teknik Sosrobahu, lengan jalan layang ditempatkan sejajar dengan jalan yang ada di bawahnya lantas diputar 90 derajat.
Pada tahun 80-an, Jakarta yang telah mengalami kemacetan, banyak membangun jalan layang sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan. Hutama Karya selaku kontraktor membangun jalan raya di atas jalan by pass A. Yani yang pembangunannya harus memastikan bahwa jalan itu harus tetap berfungsi.
Untuk membangun jalan tersebut, diperlukan deretan tiang beton, satu-sama lain berjarak 30 meter, di atasnya membentang tiang beton selebar 22 meter. Batang vertikalnya (pier shaft) berbentuk persegi enam bergaris tengah 4 meter, berdiri di jalur hijau.
Hal ini tidak sulit dikerjakan, tetapi sulit untuk mengecor lengannya (pier head). Jika dilakukan dengan cara konvensional, yang dilakukan adalah memasang besi penyangga (bekesting) di bawah bentangan lengan itu, tetapi bekesting itu akan menyumbat jalan raya di bawahnya. Cara lain adalah menggunakan bekesting gantung tetapi membutuhkan biaya tidak sedikit.

Solusi dari Sang Insiyur

Ir. Tjokorda Raka Sukawati

Akhirnya, Ir. Tjokorda Raka Sukawati mengajukan gagasan dengan membangun tiangnya dulu dan kemudian mengecor lengannya dalam posisi sejajar dengan jalur hijau, setelah itu diputar membentuk bahu.
Temuan Tjokorda selanjutnya digunakan insinyur Amerika Serikat dalam membangun jembatan di Seattle. Mereka bahkan mengikuti tekanan minyak 78 kg/cm2 yang menurut Tjokorda adalah misteri ketika menemukan alat LBPH Sosrobahu itu. Tjokorda kemudian membangun laboratorium sendiri dan melakukan penelitian dan hasilnya berupa perhitungan susulan dengan angka teknis tekanan 78,05 kg/cm2.

Hak paten yang diterimanya berasal dari pemerintah Jepang, Malaysia, Filipina. Dari Indonesia, Dirjen Hak Cipta Paten dan Merek mengeluarkan patennya pada tahun 1995 sedangkan Jepang mematenkannya pada tahun 1992.
Teknologi Sosrobahu telah digunakan di Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura. Salah satu jalan layang terpanjang di Metro Manila, yakni ruas Vilamore-Bicutan dibangun dengan teknologi Sosrobahu.

Referensi:

Belum ada Komentar untuk "Jalan Layang Sosrobahu, Inovasi Indonesia dalam Bidang Konstruksi"

Posting Komentar

PopCash

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel